Rabu, 7 Disember 2011

BERILMU BERIMAN BERAMAL

"Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang"

Dari Abu Musa r.a katanya, Nabi s.a.w bersabda:

     ”Perumpamaan petunjuk dan ilmu pengetahuan yang Allah mengutuskan aku untuk menyampaikannya seperti hujan lebat jatuh ke bumi. Bumi itu ada yang subur menghisap air, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rumput-rumput yang banyak. Ada pula yang keras, tidak menghisap air sehingga tergenang. Maka Allah memberi manfaat dengan ia kepada manusia. Mereka dapat minum dan memberi minum (binatang ternak dan sebagainya), dan untuk bercucuk tanam. Dan ada pula hujan yang jatuh ke bahagian lain iaitu di atas tanah yang tidak menggenangkan air dan tidak pula menumbuhkan rumput. 

    Begitulah perumpamaan orang yang belajar agama yang mahu memanfaatkan apa yang aku disuruh Allah menyampaikannya, dipelajarinya dan diajarkannya. Dan begitu pula perumpamaan orang yang tidak mahu memikirkan dan mengambil peduli dengan petunjuk Allah yang aku diutus untuk menyampaikannya.” (Hadis riwayat Imam Bukhari)

Huraian:-

     Tarbiyyah (pendidikan) yang semestinya dilalui oleh setiap orang Islam cukup banyak. Berbagai tarbiyah yang telah dilalui oleh para sahabat Rasulullah s.a.w sehingga menjadikan mereka memiliki iman yang teguh, bahkan membentuk mereka menjadi generasi terbaik. 

Allah berfirman: "Dan sesungguhnya jika mereka melaksanakan nasihat yang diberikan kepada mereka, tentulah hal yang demikian itu lebih baik bagi mereka dan lebih meneguhkan (hati mereka di atas kebenaran)." (An Nisa : 66) 

    Maka mempelajari ilmu agama adalah termasuk medan jihad yang paling mulia di mana daripada ilmu tersebut seseorang itu dapat berdakwah(menyebarkannya) kepada orang lain yang sekaligus menjadikan imannya semakin kukuh dan bertambah. Dia menyuruh manusia melakukan perkara–perkara kebaikan dan melarang daripada melakukan perkara kejahatan (maksiat),

Firman Allah : “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan kamu tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya,  Allah sangat berat seksa-Nya”( Al-Maaidah : 2)

    Dalam ertikata bahawa ia bukanlah ulama’ bisu yang berlepas diri daripada apa yang berlaku di sekelilingnya sepertimana sabda Rasulullah s.a.w:-

 "Di antara manusia, ada orang yang menjadi kunci kebaikan dan penutup kejahatan." (Hadis riwayat Ibnu Majah)

    Orang seperti ini juga sentiasa bergaul dengan para ulama’ untuk mendengarkan nasihat mereka. Inilah sifat orang yang belajar agama yang mahu memanfaatkan apa yang dipelajarinya dan dengan itu mereka mendapat pahala di dunia dan balasan yang baik di akhirat.


 Keutamaan Menuntut Ilmu Agama

Allah Taala telah menyebut keistimewaan Ilmu (Agama/Tauhid) dan orang-orang yang mempunyai Ilmu secara istimewa pada tingkat yang tertinggi dari lain-lain tingkat atau kedudukan manusia sebagaimana FirmanNya yang bermaksud:

"Allah telah terangkan bahawa tidak ada Tuhan melainkan Dia yang berdiri dengan keadilan dan disaksikan oleh malaikat dan ahli-ahli ilmu." (Surah Al-Imran, ayat 18).


Dan orang-orang yang kafir itu berkata: "Engkau bukanlah seorang Rasul dari Allah". Katakanlah (kepada mereka): "Cukuplah Allah menjadi saksi antaraku dengan kamu, dan juga disaksikan oleh orang-orang yang ada ilmu pengetahuan mengenai Kitab Allah". (Surah Al-Rad:43)

Berdasarkan pengiktirafan Allah Taala di atas, maka sewajarnyalah sebagai seorang hamba yang ingin mendekatkan diri denganNya, pertama-tamanya melengkapkan dirinya, hatinya, ruhnya dan rahsianya dengan ILMU tentang agama itu. Hanya dengan pancaran Nur Ilmu inilah seseorang itu akan :

mendapat keselamatan dari tipu daya dan kesesatan, mendapat bimbingan ke arah "jalan yang lurus", mempunyai persediaan untuk ke Alam Ghaib (Barzakh) kerana mereka tahu bahawa setiap makhluk yang diciptakan oleh-Nya pasti akan merasai mati, sebagaimana Firman Allah yang bermaksud : “setiap yang bernyawa itu pasti akan merasai mati”, dan mereka juga akan menikmati erti kebahagiaan yang hakiki.

Anas bin Malik r.a. berkata; Rasulullah SAW. bersabda yang bermaksud;

“Siapa yang ingin melihat orang yang dimerdekakan Allah dari Neraka, maka lihatlah para murid(pelajar-pelajar agama), maka demi Allah yang jiwa Muhammad di tanganNya, tiada seorang pelajar yang hilir-mudik ke pintu orang Alim melainkan Allah menulis untuknya
bagi tiap-tiap huruf yang dipelajarinya dan tiap-tiap langkah sama dengan ibadat satu tahun,
dan untuk tiap langkah satu kota di syurga, dan setiap ia berjalan dimintakan ampun oleh bumi,
dan setiap pagi dan petang tetap diampunkan dosanya, dan disaksikan oleh malaikat bahkan mereka berkata: Mereka inilah yang dimerdekakan oleh Allah dari api neraka.”

Abu Laits berkata: Saya telah mendengar Abu Jaafar meriwayatkan dengan sanadnya;
Bahawa Nabi SAW. masuk ke masjid dan melihat dua majlis orang-orang berkerumun, yang satu majlis orang-orang yang berzikir, sedang majlis yang lain orang-orang mempelajari fekah dan berdoa mengharapkan rahmat Allah, maka sabda Nabi SAW. yang bermaksud;

“Kedua-dua majlis ini baik dan yang satu lebih afdhal (utama) dari yang lain. Adapun mereka itu berzikir minta kepada Allah, terserah apakah diterima atau ditolak oleh Allah. Adapun yang ini maka mereka belajar dan mengajar pada orang yang bodoh, sedang aku diutus sebagai guru, maka mereka ini yang lebih afdhal.”
 Kemudian Nabi SAW. duduk bersama mereka.

Abu Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Katsier bin Qays berkata: Saya duduk bersama Abu Darda' r.a. di Masjid Damsyik, tiba-tiba datang seorang dan berkata: Saya datang kepadamu dari Madinah, kerana saya mendengar bahawa kamu meriwayatkan satu Hadis dari Rasulullah SAW. Lalu ditanya oleh Abu Dardaa': Apakah kamu tidak datang untuk berdagang atau hajat keperluan lain-lainnya, betul-betul kamu tidak datang kecuali untuk belajar hadits ini? Jawabnya: Benar-benar saya tidak datang kemari kecuali untuk belajar Hadis ini. Maka Abu Dardaa' berkata: Saya telah mendengar Nabi SAW bersabda yang bermaksud:

"Siapa yang berjalan di jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan dari jalan-jalan syurga. Dan malaikat selalu menghamparkan sayapnya untuk menaungi orang yang menuntut ilmu kerana redha dengan apa yang dilakukan. Dan seorang yang alim itu dimintakan ampun oleh semua penduduk langit dan bumi dan ikan-ikan di dalam air' dan kelebihan seorang alim terhadap seorang ahli ibadat sebagaimana kelebihan bulan purnama terhadap lain-lain bintang. Dan, Ulama' itu sebagai pewaris dari Nabi-Nabi, dan Nabi-Nabi itu tidak mewariskan harta perak atau emas, tetapi mereka mewariskan ilmu, maka siapa yang mendapatkannya bererti telah mendapat bahagian yang sebanyak-banyaknya."

Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Abdullah bin Mas'ud r.a. yang bermaksud:
"Dua macam kerakusan yang tidak mendatangkan kekenyangan, iaitu yang menuntut ilmu dan yang mengejar dunia, tetapi keduanya tidak sama, adapun yang menuntut ilmu maka selalu bertambah diredhoi Allah, sedang yang mengejar kekayaan dunia bertambah maharajalela dalam kesesatannya,

Kemudian ia membaca yang membawa maksud : "Sesungguhnya yang takut kepada Allah ". Dan membaca yang bermaksud "Tidak, tidak demikian, tetapi manusia akan melampaui batas bila ia merasa kaya, tidak berhajat kepada orang lain".

Abu Laits meriwayatkan dengan sanadnya dari Muhamad bin Sirin berkata: Ketika saya masuk ke Masjid Bashrah, sedang Al Aswad bin Sarie' dikerumuni orang yang sedang mendengar pengajiannya, dan di lain sudut masjid orang berkerumun membicarakan ilmu feqah, lalu saya sembahyang tahiyyatul masjid di antara mereka, kemudian setelah selesai, tergerak dalam hati : Andaikan saya hadir di majlis zikir, kalau-kalau mereka diterima atau mendapat rahmat saya pun akan mendapat juga, tetapi jika saya duduk bersama ahli feqah kemungkinan saya mendengar apa-apa yang belum pernah saya dapat, dalam perasaan yang sedemikian itu akhirnya saya keluar dan tidak duduk bersama mereka, dan pada malamnya saya bermimpi didatangi seorang yang berkata : Andaikata kau duduk bersama ahli feqah nescaya kamu mendapat Jibril duduk bersama mereka.
Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan r.a dia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang Allah kehendaki baginya kebaikan maka Dia akan memahamkan baginya agama (Islam).”
Hadits yang mulia ini menunjukkan agungnya kedudukan ilmu agama dan keutamaan yang besar bagi orang yang mempelajarinya, sehingga Imam an-Nawawi dalam kitabnya Riadhus Solihin  pada pembahasan “Keutamaan Ilmu” mencantumkan hadits ini sebagai hadits yang pertama. Imam an-Nawawi berkata: “Hadits ini menunjukkan keutamaan ilmu (agama) dan keutamaan mempelajarinya, serta anjuran untuk menuntut ilmu.”
Imam Ibnu Hajar al-’Asqalaani berkata: “Dalam hadits ini terdapat keterangan yang jelas tentang keutamaan orang-orang yang berilmu di atas semua manusia, dan keutamaan mempelajari ilmu agama di atas ilmu-ilmu lainnya.”
Mutiara hikmah yang dapat kita petik dari hadits ini adalah:
1. Ilmu yang disebutkan keutamaannya dan dipuji oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya adalah ilmu agama.
2. Salah satu ciri utama orang yang akan mendapatkan taufik dan kebaikan dari Allah Ta’ala  adalah dengan orang tersebut berusaha mempelajari dan memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam agama Islam.
3. Orang yang tidak memiliki keinginan untuk mempelajari ilmu agama akan terhalang untuk mendapatkan kebaikan dari Allah Ta’ala.
4. Yang dimaksud dengan pemahaman agama dalam hadits ini adalah ilmu/pengetahuan tentang hukum-hukum agama yang mewariskan amalan shaleh, karena ilmu yang tidak dibarengi dengan amalan shaleh bukanlah merupakan ciri kebaikan.
5. Memahami petunjuk Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan benar merupakan momentum bagi manusia untuk mencapai darjat takwa kepada Allah Ta’ala.
6. Pemahaman yang benar tentang agama Islam hanyalah bersumber dari Allah semata, oleh karena itu hendaknya seorang muslim disamping giat menuntut ilmu, selalu berdoa dan meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala agar dianugerahkan pemahaman yang benar dalam agama.
Kata Saidina Ali bin Abi Talib Karramallahu Wajhah :
“Ilmu lebih baik daripada harta kerana  ia adalah warisan para nabi, manakala harta pula warisan Qarun dan Fir’aun. Ilmu boleh menjaga diri kamu, sedangkan harta, kamu yang menjaganya. Orang yang memiliki ilmu mempunyai ramai teman, sedangkan pemilik harta mempunyai ramai musuh. Ilmu pengetahuan itu akan bertambah jika diamalkan, sedangkan harta akan berkurangan jika dibelanjakan. Pemilik ilmu pengetahuan sentiasa dihormati, sedangkan pemilik harta akan dikenali sebagai si kedekut. Pemilik ilmu akan memberi syafaat, pemilik harta akan dihisab. Biarpun masa berlalu namun ilmu tidak lapuk ditelan zaman, tetapi harta itu semakin lama semakin usang, ilmu pengetahuan dapat menyinari hati, tetapi harta mengeraskan hati. Orang berilmu mengakui dirinya sebagai hamba Allah, sedangkan orang berharta mengakui dirinya pemilik.”

Hadis-Hadis Mengenai Kelebihan Menuntut Ilmu

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Malaikat-malaikat sentiasa menurunkan sayapnya (sebagai memuliakan dan meghormati) penuntut ilmu agama, kerana mereka suka dan bersetuju dengan apa yang penuntut itu lakukan.” Riwayat Abu ad-Darda’ r.a

Rasulullah SAW bersabda, maksudnya: “Siapa yang keluar untut menuntut ilmu maka ia berjuang fisabilillah hingga ia kembali.” Riwayat At-Tarmizi dan Ad-Darimi

Rasulullah SAW bersabda maksudnya: “Jadikanlah dirimu orang alim (berilmu)atau orang yang menuntut ilmu atau orang yang selalu mendengar pengajaran atau orang yang mencintai (tiga golongan yang tersebut ) dan janganlah engkau menjadi dari golongan yang kelima, yang dengan sebabnya engkau akan binasa.” Riwayat al-Bazzar

Sabda Rasulullah SAW  yang bermaksud: “Sesiapa yang mempelajari ilmu yang boleh mendapatkan keredhaan Allah, sedangkan dia mempelajarinya kerana ingin menndapat habuan dunia, dia tidak akan dapat mencium bau syurga di hari akhirat kelak.” Riwayat Abu Daud
Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud :  “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, juga para penghuni langit dan bumi, sampaikan semut yang ada di dalam liangnya, bahkan sampaikan ikan-ikan di laut, nescayalah semua itu menyampaikan kerahmatan kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada para manusia.” Riwayat Imam Tirmizi
Di samping itu, banyak hadis yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tentang kematian bagi orang-orang yang sedang menuntut ilmu antaranya :
 “Barangsiapa yang mati di dalam keadaan menuntut ilmu untuk menghidupkan agama Islam, maka dia berada di dalam Syurga kelak satu darjat dengan para nabi.”
Saidina Umar RA telah berkata : “Sesungguhnya mati seribu orang yang kuat beribadat setiap malam kepada Allah Taala dan berpuasa setiap hari terlebih mudah daripada mati seorang yang alim atau mengetahui perkara-perkara yang dihalalkan dan diharamkan oleh Allah.”
Jika kita teliti kepada kepentingan ilmu seperti yang telah dijelasnkan di atas, maka seharusnya bagi kita sebagai “Ummah Terbaik” mengambil kesempatan yang berharga di dalam kehidupan ini untuk merancakkan lagi pemburuan ilmu itu. Maka menuntut ilmu itu tidak mengira usia sama ada seseorang itu muda atau tua, lelaki atau perempuan semua digalakkan menuntut ilmu.
Untuk itu, menuntut ilmu agama adalah merupakan perkara yang menjadi kemestian bagi sesiapa sahaja, kerana dengan ilmu yang shohih sahajalah syariat dapat ditegakkan. Bertepatan dengan hadis Nabi SAW yang bermaksud :
“Menuntut Ilmu itu adalah kewajipan kepada muslimin dan muslimah”


Semoga Allah memberi taufik dan hidayahnya kepada kita semua.
Rasulullah SAW bersabda  yang bermaksud :  “Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya, juga para penghuni langit dan bumi, sampaikan semut yang ada di dalam liangnya, bahkan sampaikan ikan-ikan di laut, nescayalah semua itu menyampaikan kerahmatan kepada orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada para manusia.” Riwayat Imam Tirmizi



Khamis, 1 Disember 2011

kELEBIHAN SELAWAT

1) Sabda Rasulullah SAW : Barang siapa yang berselawat ke atas ku sekali, nescaya Allah akan turunkan rahmat ke atasnya 10 kali ganda - (HR Muslim.)

2) Allah akan hapuskan dosa2 kecil dengan kita mengamalkan berselawat sebanyak 11 kali setiap kali selesai menunaikan solat fardu.

3) Jodoh ditentukan oleh Allah. Amalkan selawat 100 kali sehari, insya Allah akan dipermudahkan bertemu jodoh sama ada lelaki @ wanita.

4) Setiap penyakit ada penawarnya. Bacalah selawat 7 kali pada air dan minum. Insya Allah, perut yang sakit atau memulas akan sembuh.

5) Sesiapa yang amal membaca selawat 3 kali setiap selepas solat 5 waktu akan dihilangkan kebuntuan fikiran dalam menghadapi apa jua masalah.

6) Amalkan membaca selawat sebanyak 1000 kali sehari, insya Allah akan dikurniakan kebijaksanaan pemikiran. Di samping itu berusahalah untuk menerokai pelbagai ilmu.

7) Sesiapa yang mengamalkan berselawat 11 kali setiap hari, dengan izin Allah dirinya akan lebih dihormati dan dihargai oleh orang lain.

8) Menurut Sayyid Ahmad Dahlan, sesiapa yang berselawat walau sekali pada malam Jumaat, saat mautnya kelak akan dipermudahkan Allah seperti yang dihadapi oleh para nabi.

9) Sesiapa yang berselawat 41 kali sehari, Insya Allah akan dihindarkan daripada sifat tercela seperti hasad dengki, dan sebagainya dalm dirinya.

10) Sesiapa yang amalkan berselawat 1000 kali pada malam Jumaat, Insya Allah akan beroleh kebahagiaan samada di dunia mahupun di akhirat.

11) Amalkan selawat 11 kali tiap kali selesai solat fardu kerana Allah akan mengindahkan akhlaknya menjadi lebih disenangi di kalangan orang lain.

12) Berselawat 33 kali sehari dapat menjernihkan hati, mudah memahami akan sesuatu ilmu yang diajarkan, di samping beroleh ketenangan fikiran.

13) Sesiapa yang berselawat tak kiralah banyak mana hitungannya setiap hari akan dapat keberkatan dalam apa jua dengan syarat ia berusaha mencari keredhaanNya.

14) Amalan berselawat sebanyak yang mungkin setiap hari menjamin keselamatan hidup dan pertolongan Allah, lebih-lebih lagi pada saat kita menghadapi kesukaran hidup.

15) Menurut Syibab Ahmad, sesiapa berselawat 3 kali setiap selesai solat Subuh, Maghrib & Isyak, Allah akan menghindarkannya daripada sebarang bencana.

16) Sesiapa yang amalkan berselawat sebanyak 1000 kali setiap hari, Allah akan memeliharanya daripada sebarang ancaman musuh serta bahaya fitnah.

17) Amalan berselawat secara teratur setiap hari mampu membersihkan kekeruhan jiwa, dipermudahkan Allah akan segala urusan dan mendapat keampunan daripadaNya.

18) Menurut As-Shawi, sesiapa yang membaca selawat secara rutin, akan terpelihara hatinya daripada gangguan serta tipu daya syaitan yang melalaikan.

19) Membaca selawat 10 kali pada setiap waktu pagi dan petang akan memperoleh keredaan serta dijauhkan diri daripada mendapat kemurkaan Allah.

20) Sesiapa yang membaca selawat sebanyak 7 kali selama 7 Jumaat berturut2, ia bakal mendapat syafaat (pertolongan) daripada baginda SAW.

21) Menurut Al-Hafiz Dimyati, sesiapa yang berhajat menemui Nabi SAW dalam mimpinya maka amalkan membaca selawat sebanyak 70 kali sehari.

22) Ada riwayat yang menyatakan bahawa amalan berselawat 80 kali tiap selepas solat Asar pada hari Jumaat, InsyaAllah akan dihapuskan dosa2 kecil seseorang.

23) Sesiapa yang sering mengamalkan berselawat pada setiap hari, Allah akan bukakan pintu rahmat dan rezeki yang tidak disangka-sangka baginya.

24) Jiwa yang resah gelisah dapat ditenangkan dengan zikir, termasuklah berselawat sekerap yang mungkin kerana Allah itu Maha Luas rahmatnya.

25) Ulamak berpendapat, sesiapa yang mengamalkan selawat saban hari tak kira berapa hitungannya, insya Allah dihindarkan daripada taun dan wabak penyakit berbahaya yang lain.

26) Membaca selawat 1000 kali selepas solat hajat 2 rakaat mampu menghilangkan keresahan, rasa dukacita serta dikabulkan Allah akan hajatnya.

27) Menurut para ulama, sesiapa yang inginkan saat kematiannya dalam kesudahan yang baik, maka berselawat lah sebanyak 10 kali setiap selesai solat Maghrib.

28) Para Ulamak berpendapat, Allah akan sempurnakan hajat yang baik dengan sentiasa berselawat 40 hingga 100 kali setiap hari, diikuti dengan usaha yang berterusan.

29) Sabda Nabi SAW: Barangsiapa yang berselawat kepadaku sebanyak 100 kali pada hari Jumaat, maka ia akan datang pada hari kiamat dengan keadaan bercahaya - HR Abu Naim.

30) Sabda Nabii SAW: Barangsiapa berselawat kepadaku 10 kali pada waktu pagi dan 10 kali pada waktu petang tiap hari, ia akan beroleh syaafaatku pada hari kiamat - HR Thabran




Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...